PELUNCURAN dan SOSIALISASI IFA TAJHA



Wahh.. IFA makin lengkapp yaa,.,.

 Pada hari Sabtu (25/01) 2014 dilakukan peluncuran sekaligus perkenalan salah satu produk teranyar dari IFA yakni IFA TAJHA.. Acara dilangsungkan di gedung IFA DAHSYAT Jl. Raya Victor No.88 BSD Tangerang, dihadiri para pimpinan depot dan leadernya se-Jabodetabek serta perwakilan branch, outlet, counter IFA..

Dengan slogan “Rahasia Setiap Wanita”, IFA TAJHA merupakan pembalut wanita yang diproses dan diproduksi dengan teknologi tinggi dan higienis. Menjunjung tinggi kualitas demi kesempurnaan mahkota Wanita.

Ada tiga macam produk IFA TAJHA :

1. Day Use : untuk pemakaian di siang hari saat haid

2. Night Use : untuk pemakaian di malam hari.

3. Panty Liner : untuk pemakaian setiap hari saat tidak haid.




Next.,., marii merapat yg mau gabung menjadi AGen IFA.

DAFTAR MENJADI AGEN IFA BULAN FEBRUARY 2014

Rezeki itu sembunyi dibalik resiko jadi jangan takut sama resiko ya..

"Bisnis dengan modal awal hanya 150rb" sudah dapetin "Starterkit plus Hadiah cantik" dr IFA nahhh kamu sudah bisa jalanin bisnisnya tuh,, dari order barang, sampai dengan daftarkan member. 

Isi STARTERKIT :

*Tempat Starterkit
*Formulir pendaftaran member Agen IFA
*Kartu ID / Member Agen IFA
*Katalog Terbaru IFA FASHION
*Katalog Terbaru IFA COOKWARE
*Buku Panduan Agen IFA beserta Sistem Kerja nya
*Buku Kode Etik
*Nota Belanja
*Pita Ukur


Hadiah DOMPET CANTIK nya bisa pilih antara satu yaa,.,

- AELKE 13 (Apricot)
- AELKE 15 (Green)
- MElVY (Cream White)


Lagian juga di bisnis ini minim resiko, gakk perlu stok barang, gakk perlu ribet bawa barang ke mana-mana, bawa aja katalognya, atau titip ke temen, saudara, keluarga, atau ke tetangga, tunggu deh orderan datang ke kamu.

Bisa juga koq mengalihkan kebutuhan bulanan di bisnis ini,
kenapa?? yaa karena produknya lengkap dlm 1 katalog Fashion. Pasti perlukan produk seperti baju, sandal, celana, tas, alat dapur, kosmetik, accesories, dari anak2 sampe dewasa, ada juga kopi dan bumbu dapur, ada lagi tuh produk seal ware yang aman buat di pakai di rumah yaitu produk " IFA COOKWARE".

TOPU perbulan cuma Rp 100rb doang koq, bonus jaringan kamu bisa di dapatkan..
Kemudian FOKUS mengembangkan jaringan..

Dan dapatkan 24 keutungan lainya selain discount dari penjualan produk & Rabat (Bonus) pembelanjaan pribadi, dan sampai dengan 24 keuntungan,, penasaran kan,., yukkk merapat ;))

"SALAM DAHSYAT"

INFO :

(SMS) 085332731101
(PIN) 22E39B88
(W.A) 089625977362

TANU SUTOMO : "Entrepreneur Muda Perlu Kegigihan dan Terus Berinovasi"



“...jaman akan terus berubah. Mereka yang tertinggal dalam ilmu pengetahuan, tertinggal informasi, jaringan dan dsb pasti akan tertinggal. Kedua bersedia bekerja keras untuk membangun keberhasilan itu. Bagi saya itu sangat mendasar sekali. Karena itu mantra "manjadda wajada" bagi saya wajib dilakukan untuk meraih kesuksesan. Kalau kita sungguh-sungguh, semua kesulitan akan terjawab. -Tanu Sutomo-“.

Era kebangkitan entrepreneur muda kian menggeliat di Tanah Air. Mereka tumbuh dari berbagai ranah usaha dari tingkat kecil, menengah hingga kelas atas dengan penghasilan hingga milyaran rupiah. Lembaga pendidikan pun, mulai tingkat SMK hingga Perguruan Tingggi berlomba mencetak para usahawan muda.
Fenomena tersebut disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Tanu Sutomo yang kita kenal sebagai entrepreneur sekaligus motivator ini. Dikatakannya, tumbuhnya animo masyarakat, khususnya kalangan muda untuk menjadi entrepreneur harus kita dukung agar mereka tumbuh menjadi entrepreneur. Sayangnya, imbuh direktur IFA ini, banyak di antara mereka yang kurang gigih dalam menopang cita-citanya menjadi wirausahawan handal.

Di tengah kesibukannya sebagai entrepreneur, motivator dan pimpinan IFA, ia menyempatkan diri untuk berbincang tentang peluang dan tantangan entrepreneur muda Indonesia. Berikut petikannya:

Bagaimana Anda melihat fenomena tumbuhnya entrepreneur muda saat ini?
Terus terang saya menyambut positif hal itu khususnya dalam konteks di mana Indonesia masih sangat kecil jumlah entrepreneurnya dibanding negara-negara lain. Bahkan dengan Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia kita jauh ter­ tinggal. Namun demikian saya melihat kemunculan penggiat­ penggiat yang hendak memajukan dunia usaha ini tidak hanya menjadikannya sebagai euphoria semata. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipikirkan.

Apa saja itu?
Di antaranya adalah kesiapan secara baik untuk menjadi entrepreneur, fasilitas apa yang bisa dilakukan secara serempak, mau mengikuti pelatihan­pelatihan yang mendukung hal itu dan tidak mudah berputus asa. Dan yang lebih penting adalah kerjasama dari berbagai pihak, baik swasta maupun pemerin- tah untuk men-support para calon pengusaha itu. Saya meli- hat di situ masih ada ketimpangan. Di satu sisi para pengusaha bergiat matian­matian untuk menjadi pengusaha handal. Tapi apakah kebijakan pemerintah mendukung hal itu, apakah juga iklim usaha yang ada prospektif bagi usahawan? Jadi harus ada keterlibatan banyak pihak yang terkait.

Sejauh ini apakah pemerintah sudah memberi- kan support penuh?
Tentu pemerintah sudah berupaya untuk itu, tapi masih jauh dari harapan kita. Jika dibandingkan dengan Negara-negara lain.
Peran pemerintah masih jauh sekali. Apa yang dilakukan oleh International Trade Centre saya kira cukup baik, hanya dari tahun ke tahun kadarnya masih kurang optimal. Saya katakan demikian sebab di Negara-negara lain supportnya luar biasa. Saya pernah melihat event Life- style Expo yang dihelat Hong Kong Trade Development Centre yang menyeleng- garakan pameran dagag di Jakarta be- berapa waktu lalu. Mereka mengundang sejumlah pengusaha yang biasa melakukan perjalanan untuk melihat pameran dagang di beberapa Negara untuk datang di event itu. Menariknya, semua undangan diberikan biaya transport dan penginapan. Saya sendiri mendapat dua undangan atas nama IFA dan Happy Holy Kids. Jadi mereka sangat serius agar pameran mereka dihadiri banyak pengusaha. Selain itu harus terintegrasi antara kalangan pendidikan, calon wirausahawan, swasta dan pemerintah. Jadi tidak jalan sendiri-sendir.

Bagi calon entrepreneur apa saja yang harus disiapkan?
Ada beberapa hal yang sangat mendasar yang menurut saya mulai dilupakan banyak orang. Pertama, sekarang jaman berkembang luar biasa. Informasi terbuka seluas-luasnya. Jadi kemajuan atau temuan dari Negara lain dapat kita lihat dalam waktu bersamaan. Harusnya itu mendorong kita untuk turut memanfaatkannya agar tidak ketinggalan. Kedua, kita juga menyaksikan betapa pertumbuhan entrepreneur sangat menggembirakan. Mereka dapat menikmati hasil dari jerih payah dan perjuangannya selama ini dengan gemilang. Dan itu tidak dalam waktu singkat. Nah, umumnya para calon entrepreneur sekarang maunya dapat meraih keberhasilan dengan cara instan. Tidak bisa seperti itu.

Lantas, bagaimana saran Anda?
Pertama, jaman akan terus berubah. Mereka yang tertinggal dalam ilmu pengetahuan, tertinggal informasi, jaringan, dsb pasti akan tertinggal. Kedua, bersedia bekerja keras untuk membangun keberhaslan itu. Bagi saya itu sangat mendasar sekali. Karena itu mantra "man jadda wajada" bagi saya wajib dilakukan untuk meraih kesuksesan. Kalau kita sungguh-sungguh, semua kesulitan ak
an terjawab. Lihat saja yang dilakukan Ustad Salman dan Shahibul Menara dalam film Negeri 5 Menara itu, karena mereka bersungguh-sungguh, akhirnya meraih impian-impiannya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kita gelar IFA Coaching Program yang berlangsung selama 108 hari untuk satu angka- tannya. Salah satu trainingnya adalah bagaimana melihat diri sendiri. Kita tahu setiap orang memiliki sifat baik maupun buruk. Yang baik kita kembangkan, sementara yang buruk kita eliminir. Dengan begitu mereka menyadari kekuatan masing-masing. Setelah itu kita ajak memper-tajam apa tujuan-tujuan mereka dalam hidup ini.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Banyak calon entrepreneur yang patah arang ketika merintis usaha dan tidak kunjung berhasil. Apa yang dapat dilakukan oleh yang bersangkutan dan orang seperti Anda sebagai motivator?


Seperti yang saya katakan, jangan berharap sukses dengan cara instan. Semua membutuhkan kerja keras dan jangan berhenti belajar kepada orang yang kita anggap berhasil lebih dulu. Kesadaran inilah yang harus dimiliki. Jan- gan terjebak pada budaya instan. Harus ada kesungguhan, ketulusan, kegigihan, keuletan. Inilah yang harus dibayar oleh calon entrepreneur. Dalam pelatihan yang saya berikan melalui IFA Coaching Program, keberhasilan sebetulnya da- pat diraih dengan cara yang tidak rumit, canggih ataupun ribet.

Ia dapat kita raih degan cara sederhana, dilakukan secara sistematis, dan penuh kesungguhan. Itu yang dapat membawa pada keberhasilan. Banyak yang mengikuti pelataihan namun tidak berhasil menduplikasi apa yang mereka dapatkan. Banyak pula yang berhenti di tengah jalan. Padahal pelatihan­pelatihan tersebut akan menjadi kekuatan bagi keberhasilan mereka. Ke depan, itulah yang akan kami lakukan. Para calon entrepreneur ini kita kumpulkan dalam satu wadah agar mereka dapat saling berbagi, saling memotivasi, dan saling memberi contoh bagi setiap pencapaian. Begitu seterusnya.
Dalam praktiknya, menjaga komitmen peserta untuk terus bertahan dalam sebuah pelati- han atau workshop yang ber- langsung sekian waktu itu tidak mudah. Ada kiat khusus?
Apa yang selama ini dilakukan IFA sebetulnya menjawab hal itu. Kita gelar IFA Coaching Program yang berlangsung selama 108 hari untuk satu angkatan- nya. Terdiri dari 12 modul pelatihan yang dilaksanakan secara berkala. Salah satu trainingnya adalah bagaimana melihat diri sendiri. Kita tahu setiap orang memiliki sifat baik maupun buruk. Yang baik kita kembangkan, sementara yang buruk kita eliminir. Dengan begitu mereka menyadari kekuatan masing-masing. Setelah itu kita ajak mempertajam apa tujuan-tujuan mereka dalam hidup ini. Kita perkenalkan juga 10 karakter kepemimpinan yang luar biasa dahsyat. Yang sudah-sudah, mereka yang mengikuti pelatihan tiga hari pertama merasa terbuka pikirannya, mengerti kekuatannya, mengetahui kekurangannya, dsb. sehingga terus berlanjut ke tahap-tahap berikutnya. Termasuk sharing dari pengalaman lapangan ketika praktik menjalankan bisnis masing-masing. Hebatnya lagi, begitu berhasil mengikuti seluruh tahapan, mereka bisa berperan sebagai coach bagi peserta berikutnya. Nah, inilah yang kita lakukan sehingga ini merupakan investasi bagaimana menciptakan calon-calon entrepreneur handal di masa mendatang.
Kalau dirinci, apa saja kenda- lanya ketika menghelat IFA Coaching Program tersebut?
Salah satunya, sebagian melihat orang yang sudah berhasil dari yang su- dah dicapai saja, bukan proses bagaimana ia meraih keberhasilan itu. Sehingga mereka maunya dapat meraih keberhasilan dalam waktu singkat. Tidak sabar melalui berbagai tahapan yang sebetulnya turut menggembleng karakter dia. Menurut saya budaya instan itulah yang bahaya. Ada orang melihat orang lain memiliki mobil, dia ingin cepat dapat. Akhirnya memaksakan diri dengan berbagai cara. Ingin ke sekolah atau kampus saja harus diantar. Merasa risih jika naik kendaraan umum. Bagi yang tengah bermimpi jadi pengusaha, harus buang jauh­-jauh gaya seperti itu. Kita harus siap untuk hidup dengan apa yang kita miliki saat ini. Mensyukurinya sebagai anugerah dan rahmat. Kita kerap kali manja dengan berbagai fasilitas yang sebetulnya bisa kita jalankan sendiri.
Apakah karakter seperti itu khas Indonesia, bagaimana dengan anak-anak di Negara- negara lain?
Setiap Negara tentu punya budaya atau tradisi yang berbeda-beda. Soal jam kerja misalnya, jika di kita hanya 8 jam, di beberapa Negara ada yang sampai 12 jam, bahkan 14 jam. Tetapi itu dinikmatinya dengan baik, sebab dilakukan secara bersama-sama. Cina misalnya, sedikitnya 12 jam kerja dalam sehari. Jadi kalau ada orang yang bekerja kurang dari itu merasa aneh. Itulah budaya. Jika dibanding dengan kita, tentu ada ketimpangan. Dalam soal kemandirian anak- anak kita juga kalah. Suka nggembosin, ngambek, mutung, itu kan yang masih kerap terjadi di kita.
Dalam soal bisnis berbasis multylevel marketing, bagaimana Anda melihatnya ke depan. Apakah masih cukup menjan- jikan?
Untuk Indonesia saya melihat masih sangat prospektif. Kita lihat saja pertumbuhan MLM sangat subur di sini. Sebagian besar dari mancanegara. Itu menunjukkan kita merupakan pasar potensial bagi bisnis MLM. Karakter bisnis MLM memungkinkan untuk menjangkau ke semua wilayah Indonesia yang oleh usaha- usaha berskala besar belum tentu bisa. Jumlah penduduk kita juga turut menjadi obyek utama bagi bisnis berjejaring. Melihat itu semua, ditambah budaya orang Indonesia yang suka ngobrol, senang berkumpul, bersilaturahmi, memungkinkan bisnis MLM mudah dijalankan dan dikembangkan. Ditambah lagi suburnya lembaga­lembaga training dan motivasi, membuat Indonesia masih akan diserbu bisnis berbasis MLM. Jadi, dalam puluhan tahun ke depan MLM akan terus tumbuh. Apalagi angka pengangguran juga masih melambung, sehingga membuka peluang bagi bisnis jaringan yang tak memerlukan modal besar dan keahlian atau pendidikan khusus.
Sebagian besar MLM saat ini berasal dari mancanegara. Bagaimana nasib MLM lokal bersaing dengan gempuran MLM asing?
Saya kira dalam bisnis apapun, mereka yang gagal membuat terobosan baru, tidak berinovasi, tidak memperbaiki la­ yanan, tidak menambah jumlah produk yang dibutuhkan, secara alami akan tersisih. Dalam hal itu IFA akan terus berinovasi, menambah jumlah produk, meningkatkan layanan, menyempurnakan sstem yag ada, dsb.
Visi kita memang menjadikan IFA sebagai MLM terlengkap di tanah air. Lihat saja ini, (ia menunjukkan sejumlah produk baru), puluhan macam poroduk healthfood suplemen ini akan meleng- kapi produk IFA sekarang. Ini baru saya bawa dari negeri Barack Obama. Ba- yangkan, tak lama lagi semuanya bisa kita dapatkan melalui IFA. Produk-produk ini dikeluarkan oleh perusahaan besar yang sudah berpengalaman puluhan tahun di Amerika. Jadi, ini kerjasama yang tak tanggung-tanggung.
Sejauh mana bisnis MLM ini mampu berperan dalam hal menumbuhkan entrepreneur- entrepreneur muda baru di Indonesia?
Bagi saya MLM itu terobosan. Pengusaha itu kan orang yang mampu menghidupi dirinya sendiri dan juga orang lain. Nah, di bisnis MLM siapapun bisa jadi pengusaha, termasuk mereka yang pendidikannya terbatas atau pun hanya bermodal cekak. Sebab untuk dapat menjalankan bisnis MLM tidak mengharuskan bermodal besar. Hanya dengan 50ribu – 100ribu pun sudah bisa jalan. Dalam MLM, pendidikan bagaimana berwirausaha akan diberikan, produk disediakan, dan system juga sudah siap, baik yang soft system maupun hard system. Jadi, inilah terobosan dimana peluang untuk menumbuhkan entrepreneur muda terbuka lebar.
Sayangnya, mereka yang kini bergabung dalam sebuah MLM banyak pula yang tidak focus, kurang memiliki komitmen dan kurang gigih dalam memper- juangkan impian-impiannya. Terapi seperti apa yang dapat Anda berikan?
Semuanya kembali ke hal-hal yang basic tadi. Ini juga satu hal yang harus disadari semua pihak. Jaman terus beru- bah, persaingan begitu hebat, teknologi berkembang pesat. Kalau kita tidak mampu mengikuti denyut perkemba­ ngan tersebut, maka kita akan ketingga- lan. Jangan pernah berhenti melakukan inovasi. Jangan pernah berkata, "Saya kan sudah berhasil," lalu tidak melakukan upaya-upaya pengembangan lebih maju lagi.
Kemajuan kan bukan hanya pada aspek materi saja, sisi yang lain pun harus kita kejar pula. Karena itu lihat saja saya, kapan saya berhenti? Tidak pernah. Saya akan berusaha terus untuk selalu ber- tumbuh. Dengan begitu mereka yang bekerjasama dengan kita pun akan turut bertumbuh pula. - See more at: http://www.ifadahsyat.biz/2012/06/tanu-sutomo-entrepreneur-muda-perlu.html#sthash.m99Nd01i.dpuf

Keunggulan bisnis online vs bisnis konvensional



1. Kebebasan
Saat ada sedang bekerja di salah satu perusahaan maka anda akan di tuntut untuk melakukan pekerjaan yang tepat waktu dan monoton setiap harinya, tetapi beda lagi dengan berbisnis online yaitu anda dapat menentukan kapan waktu libur dan kapan waktu anda untuk bekerja.

2. Perhatian
Saat anda melakukan pekerjaan di dunia nyata tentu anda akan meninggalkan keluarga anda untuk beberapa saat ataupun bisa sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tetapi tidak dengan bisnis online. Saat anda berbisnis online anda bisa melakukannya bersama keluarga dan bisa di lakukan di rumah anda. Dan bisa memberikan perhatian penuh kepada keluarga anda tanpa anda meninggalkan bisnis online anda.

3. Kebahagiaan
Saat anda memlakukan bisnis yang Konvensional anda akan menjadi bosan dengan pekerjaan yang anda lakukan lama-kelamaan tetapi beda lagi dengan anda memlakukan bisnis online anda bisa membuat pekerjaan anda menjadi membahagiakan dan menyenangkan, dengan tidak harus terfokus pada pekerjaan anda dan anda dapat menghibur diri dengan suatu hal seperti melihat tv sejenak maupun yang lainya.
Tapi dari kelebihan bisnis online di atas tidak akan menghasilkan kebrhasilan jika anda tidak menekuninya dengan serius, sekian dari artikel saya ini semoga bermanfaat bagi anda :) kesehatan.bloginformasiteraktual.com

Mengapa Harus Berbisnis Online?



Mungkin saat ini banyak diantara kita, termasuk teman-teman ya, bertanya-tanya, “Untuk apa saya berbisnis online?”. Jawabannya mungkin berbeda-beda untuk setiap orang, tetapi mungkin beberapa alasan berikut bisa memberikan sedikit informasi untuk dpt di pertimbangkan. 

1. Menghasilkan uang
    Kalau masih butuh dengan uang, maka bisnis online bisa menghasilkan uang. Banyak cara yang bisa dihasilkan melalui bisnis online, diantaranya adalah dengan membuka toko dan berjualan secara online.

2. Tidak memerlukan modal besar
    Besarnya modal sangat relative. Tetapi untuk berjualan secara online, yang pasti tidak perlu mengeluarkan modal sebesar apabila membuka toko secara offline. Tidak perlu sewa tempat, renovasi, menyediakan perabotan dan sebagainya.

3. Resiko kecil
    Tidak ada usaha yang tanpa resiko. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya mengelola resiko tersebut. Karena modalnya yang kecil, maka dalam berbisnis onlinepun resikonya kecil pula. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang tepat bagaimana caranya berbisnis online yang baik dan benar.

4. Tidak menyita waktu banyak.
    Tidak seperti bisnis offline dimana harus menunggu untuk bisa melayani konsumen, maka di system online, tidak perlu banyak membuang waktu dengan menunggu di toko. Yang perlu dilakukan adalah mencari system bisnis online yang tepat yang tidak banyak menyita waktu sehingga dapat melakukan kegiatan lainnya seperti bekerja di kantor, mengurus anak, menjalankan bisnis lain dan sebagainya.

5. Sarana dan prasarana sudah sangat menunjang
    Saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memasuki bisnis online karena dari sisi infrastruktur, keterediaan hardware dan software, ketersediaan jasa pengiriman dan lain-lainnya sudah sangat mendukung.
Sebenarnya masih banyak alasan lainnya untuk anda masuk ke bisnis online. Yang terpenting sebelum terjun ke bisnis online, cari dulu dengan baik informasi-informasi mengenai konsep bisnis online yang tersedia, sesuaikan dengan kebutuhan kita.

INFO / DAFTAR MEMBER, isi form ini ya.. ..

foxyform

Total Tayangan Halaman